
www.gemaundhari.com-Merangin, Banjir yang melanda sejumlah Desa di Kabupaten Merangin pada Minggu (26/4/2026) menyisakan duka dan kerugian bagi masyarakat. Luapan Sungai akibat tingginya curah hujan membuat air masuk ke permukiman warga, merendam rumah serta fasilitas umum di beberapa wilayah, termasuk Desa Muara Pangi dan Desa Sungai Sakai.
Di tengah kondisi tersebut, Gerakan Pramuka Kwartir Cabang (Kwarcab) Merangin bergerak cepat dengan menurunkan Tim Pramuka Peduli ke lokasi terdampak. Tanpa menunggu lama, para relawan langsung melakukan asesmen awal untuk mengetahui kondisi di lapangan, sekaligus membantu warga membersihkan sisa lumpur dan material banjir.
Suasana gotong royong begitu terasa. Anggota Pramuka Peduli bersama warga bahu-membahu membersihkan jalan, tempat ibadah, dan fasilitas umum lainnya yang terdampak. Meski kondisi masih becek dan penuh lumpur, semangat para relawan tidak surut. Mereka bekerja dengan penuh kepedulian demi membantu masyarakat agar dapat segera kembali beraktivitas.
“Kami hadir bukan hanya untuk membantu secara fisik, tetapi juga memberikan semangat kepada masyarakat agar tetap kuat menghadapi musibah ini,” ungkap salah satu anggota Pramuka Peduli di lokasi.
Ketua Kwarcab Merangin, Kak Fahmi, turut menyampaikan rasa prihatin yang mendalam atas kejadian tersebut. Ia menegaskan bahwa Pramuka harus selalu hadir di tengah masyarakat, terutama saat terjadi bencana.
“Kami sangat prihatin atas musibah ini. Saya telah menginstruksikan Tim Pramuka Peduli untuk segera turun ke lapangan dan membantu warga semaksimal mungkin, terutama dalam proses pembersihan dan pemulihan lingkungan,” ujar Kak Fahmi.
Selain melakukan pembersihan, tim juga terus berkoordinasi dengan pihak terkait untuk memastikan kebutuhan masyarakat dapat terpenuhi. Kehadiran Pramuka Peduli menjadi salah satu bentuk nyata kepedulian dan pengabdian kepada masyarakat.
Hingga saat ini, proses pemulihan masih terus berlangsung. Warga berharap kondisi segera membaik dan kehidupan dapat kembali berjalan normal. Di tengah musibah ini, semangat kebersamaan dan gotong royong menjadi kekuatan utama dalam menghadapi dan bangkit dari bencana. (Red)