Subscribe to Updates
Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.
Penulis: admin
Kualitasnya Diakui LAMDIK, PGSD dan Pendidikan Bahasa Indonesia UNDHARI Resmi Raih Akreditasi Unggul
Dharmasraya, www.gemaundhari.com-Universitas Dharmas Indonesia (UNDHARI) kembali menorehkan prestasi membanggakan dalam peningkatan mutu pendidikan tinggi. Dua program studi di lingkungan Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP), yakni Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD) dan Program Studi Pendidikan Bahasa Indonesia, resmi meraih peringkat Akreditasi Unggul dari Lembaga Akreditasi Mandiri Kependidikan (LAMDIK). Penetapan tersebut tertuang dalam Surat Keputusan LAMDIK Nomor 2093/SK/LAMDIK/Ak/S/IX/2026 untuk Program Studi PGSD dan Nomor 2103/SK/LAMDIK/Ak/S/IX/2026 untuk Program Studi Pendidikan Bahasa Indonesia. Rektor UNDHARI, Assoc. Prof. Dr. Gunawan Ali, M.Kom., saat menyampaikan kabar tersebut di Kampus UNDHARI, Kamis (1/10/2026), mengatakan bahwa pencapaian ini merupakan buah dari komitmen bersama dalam membangun…
Opini/ EsaiOleh: Anida Sisi YaniMahasiswa Prodi Pendidikan Bahasa Indonesia FKIP UNDHARI Dharmasraya, www.gemaundhari.com-Bahasa merupakan sarana yang digunakan manusia untuk berkomunikasi serta menyampaikan pikiran dan perasaan. Di Indonesia, bahasa Indonesia memiliki kedudukan penting sebagai bahasa nasional dan bahasa persatuan. Namun, seiring perkembangan zaman, penggunaannya semakin banyak dipengaruhi oleh bahasa gaul, terutama di kalangan anak muda dan mahasiswa. Bahasa gaul berkembang pesat melalui media sosial dan lingkungan pergaulan. Kata-kata seperti “gabut”, “mager”, “baper”, dan “kepo” telah menjadi bagian dari percakapan sehari-hari. Penggunaannya membuat komunikasi terasa lebih santai, akrab, dan sesuai dengan perkembangan zaman. Kemunculan berbagai istilah baru juga menunjukkan bahwa bahasa terus…
Opini/ EsaiOleh: Elga PendrianiMahasiswa Prodi Pendidikan Bahasa Indonesia FKIP UNDHARI Dharmasraya, www.gemaundhari.com-Menjadi anak pertama memiliki jenis kelelahan yang berbeda. Sejak kecil, kami seperti dibiasakan untuk lebih memahami keadaan, mengalah kepada adik, membantu orang tua, dan menjadi teladan. Lama-kelamaan, semua orang lupa bahwa anak pertama juga seorang anak yang membutuhkan perhatian. Kalimat “Kamu kan kakak, harus mengalah” terus melekat dalam ingatanku. Ketika berebut mainan, aku yang diminta mengalah. Saat adikku menangis, aku yang disalahkan meskipun belum tentu melakukan kesalahan. Karena terlalu sering mendengarnya, aku akhirnya terbiasa diam dan menyimpan perasaan sendiri. Bagian terberat dari menjadi anak pertama adalah ketika kita terbiasa…
Opini/ EsaiOleh: Vita PutriMahasiswa Prodi Pendidikan Bahasa Indonesia FKIP UNDHARI Dharmasraya, www.gemaundhari.com-Dalam beberapa tahun terakhir, kecerdasan buatan atau AI berkembang sangat cepat dan mulai masuk ke kehidupan sehari-hari. Di Indonesia, banyak mahasiswa kini memakainya untuk mencari ide, merangkum bacaan, menerjemahkan, bahkan menyusun tugas. Kemudahan ini menarik, tetapi juga menimbulkan pertanyaan penting. Menurut saya, AI boleh dan sebaiknya dimanfaatkan sebagai alat bantu, tetapi tidak boleh menggantikan proses berpikir kita sendiri. Manfaat AI memang nyata. Ia dapat menjelaskan konsep sulit dengan bahasa yang lebih sederhana, membantu memeriksa tata bahasa, dan mempercepat pekerjaan yang bersifat rutin. Bagi mahasiswa yang kesulitan mengakses sumber belajar,…
Opini/ EsaiOleh: Laras FadilaMahasiswa Prodi Pendidikan Bahasa Indonesia FKIP UNDHARI Dharmasraya, www.gemaundhari.com-“Kalau kuliah jurusan pendidikan, nanti mau jadi apa?” Pertanyaan tersebut mungkin terdengar sederhana, tetapi cukup sering menjadi pertanyaan yang membuat mahasiswa pendidikan berpikir panjang. Di tengah masyarakat, jurusan pendidikan masih sering dipandang memiliki satu tujuan utama, yaitu menjadi guru. Seolah-olah setelah menyelesaikan pendidikan di perguruan tinggi, pilihan karier lulusan pendidikan hanya berada di ruang kelas dan berdiri di depan papan tulis. Padahal, pandangan tersebut terlalu sempit untuk menggambarkan kemampuan dan peluang yang dimiliki oleh lulusan pendidikan. Memang benar bahwa menjadi guru merupakan salah satu pilihan utama bagi lulusan pendidikan.…
Opini/ EsaiOleh: Anggit Datti CandraProgram Studi S-1 Manajemen FHEB UNDHARI Dharmasraya, www.gemaundhari.com Dalam menjalani kehidupan, saya sering bertanya-tanya: apakah semua yang diharapkan akan berjalan sesuai dengan apa yang telah dibayangkan? Kita dapat menentukan tujuan, menyusun langkah, dan mempersiapkan segala sesuatu dengan baik. Namun, kenyataan tidak selalu berjalan sesuai rencana. Ada kegiatan yang berlangsung lancar dan memberikan hasil membanggakan. Ada pula keadaan ketika berbagai hal terjadi di luar dugaan sehingga hasil akhirnya jauh dari harapan. Dari berbagai pengalaman tersebut, saya mulai memahami bahwa kehidupan bukan hanya tentang memperoleh apa yang diinginkan. Kehidupan juga mengajarkan cara menerima sesuatu yang tidak dapat dikendalikan.…
Oleh: Suci Nurul HidayahMahasiswa Prodi Pendidikan Bahasa Indonesia FKIP UNDHARI Setiap orang memiliki keinginan dan harapan dalam hidup. Ada cita-cita yang ingin diwujudkan, sesuatu yang ingin dimiliki, dan rencana masa depan yang telah disusun sedemikian rupa. Aku pun demikian. Aku sering membayangkan kehidupan pada masa mendatang dan berharap semuanya berjalan sesuai rencana. Namun, semakin dewasa, aku mulai memahami bahwa kehidupan tidak selalu mengikuti apa yang kita inginkan. Ada saat ketika aku telah berusaha semaksimal mungkin, tetapi hasilnya tetap berbeda dari yang diharapkan. Pada awalnya, kenyataan semacam itu membuatku kecewa. Aku bertanya-tanya mengapa sesuatu yang sungguh-sungguh kuinginkan tidak dapat diperoleh. Aku…
Oleh: Popi PuspitaMahasiswa Prodi Pendidikan Bahasa Indonesia FKIP UNDHARI Masa kecil adalah masa ketika kebahagiaan dapat ditemukan dalam berbagai hal sederhana. Tidak diperlukan tempat mewah atau permainan mahal. Bermain bersama, berbagi cerita, dan tertawa tanpa memikirkan hari esok sudah cukup membuat dunia terasa menyenangkan. Salah satu kenangan masa kecil yang paling kuingat adalah persahabatanku dengan seorang teman bernama Nayla. Aku biasa memanggilnya Cici. Kami pertama kali bertemu ketika duduk di kelas V sekolah dasar. Saat itu, Cici merupakan murid pindahan. Kehadirannya sebagai teman baru membuatku penasaran. Tidak membutuhkan waktu lama bagi kami untuk saling mengenal dan menjadi dekat. Sejak pertemuan…
Oleh: Siti Rofi’atussa’adahMahasiswa Prodi Pendidikan Bahasa Indonesia FKIP UNDHARI Dharmasraya, www.gemaundhari.com-Menjalani hidup yang penuh pengejaran memang melelahkan. Namun, untuk apa hidup jika tidak melakukan apa-apa? Kalimat itulah yang selalu membuatku bangkit ketika merasa lelah dan ingin menyerah. Bahkan, sekadar mengingat orang tua sudah cukup menjadi bahan bakar bagiku untuk terus melangkah. Usiaku baru dua puluh tahun. Aku sadar bahwa perjalanan hidup masih panjang dan tidak ada seorang pun yang dapat menjamin semuanya akan berjalan mulus. Akan selalu ada kejadian tidak terduga, rintangan, dan ujian dari Tuhan Yang Maha Kuasa. Meskipun demikian, aku percaya bahwa Tuhan Maha Baik. Dia tidak memberikan…
Opini/ EsaiOleh: Amelisa OlimpiaMahasiswa Prodi Pendidikan Bahasa Indonesia FKIP UNDHARI Menjadi anak bungsu sering dianggap sebagai posisi paling menyenangkan dalam keluarga. Anak bungsu biasanya dipandang sebagai anak yang paling manja, paling disayang, dan selalu mendapatkan perhatian lebih dari orang tua. Namun, tidak demikian denganku. Bagiku, menjadi anak bungsu berarti belajar menjadi kuat tanpa pernah benar-benar diajarkan bagaimana caranya. Aku tumbuh bersama berbagai harapan yang harus dipenuhi, kecemasan terhadap masa depan, dan ketakutan bahwa waktu tidak akan memberiku cukup kesempatan untuk membalas pengorbanan orang tua. Keluargaku sering menginginkanku menjadi seperti yang mereka harapkan. Mereka telah mempunyai gambaran tentang pendidikan, masa depan,…