Oleh : Eka Juli Saputra
Mahasiswa Prodi S-1 Manajemen FHEB UNDHARI
Di tengah gelombang transformasi global yang dipercepat oleh pandemi COVID-19, ekonomi kreatif telah muncul sebagai salah satu pilar utama dalam upaya pemulihan dan pertumbuhan ekonomi nasional Indonesia. Menurut data Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf), kontribusi ekonomi kreatif terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) Indonesia mencapai sekitar 7,4% pada tahun 2024, dengan pertumbuhan yang melampaui sektor ekonomi lainnya.
Namun, potensi yang besar ini tidak dapat sepenuhnya terealisasikan tanpa dukungan teknologi digital yang memadai. Teknologi digital bukan hanya sebagai alat bantu, melainkan sebagai fondasi yang mengubah cara bisnis kreatif beroperasi, produk dan layanan dibuat serta diperdagangkan, dan bagaimana kreator dapat terhubung dengan pasar lokal maupun global.
Indonesia dengan kekayaan budaya yang luar biasa, sumber daya manusia yang muda dan penuh kreativitas, serta pasar domestik yang luas memiliki potensi yang belum tergarap secara optimal dalam sektor ekonomi kreatif. Sektor-sektor seperti musik, seni rupa, desain, fashion, film, animasi, game, kuliner, hingga kerajinan tangan memiliki nilai tambah yang tinggi dan daya tarik global.
Namun, di balik potensi yang besar tersebut, pelaku ekonomi kreatif Indonesia menghadapi sejumlah tantangan krusial. Pertama, keterbatasan akses terhadap pasar. Banyak pelaku usaha kecil dan menengah (UKM) di sektor kreatif yang hanya mampu menjual produk mereka di lingkup lokal atau daerah, karena kurangnya kemampuan untuk memasarkan produk secara luas maupun mengakses pasar luar negeri.
Teknologi digital telah membuka peluang baru yang luas bagi ekonomi kreatif Indonesia untuk mengatasi tantangan yang ada dan mencapai pertumbuhan yang lebih besar. Berikut adalah beberapa peran utama teknologi digital dalam mengembangkan ekonomi kreatif Indonesia:
- Memperluas Akses Pasar
Platform digital seperti marketplace online, media sosial, dan platform khusus untuk produk kreatif telah memungkinkan pelaku ekonomi kreatif untuk menjangkau pasar yang lebih luas, baik di dalam maupun luar negeri. - Meningkatkan Efisiensi dan Produktivitas
Teknologi digital juga telah membantu pelaku ekonomi kreatif untuk meningkatkan efisiensi dan produktivitas dalam menjalankan bisnis mereka. - Meningkatkan Literasi Digital dan Keterampilan
Melalui berbagai platform pembelajaran digital, pelaku ekonomi kreatif dapat meningkatkan kemampuan literasi digital dan keterampilan teknologi mereka secara mandiri dan fleksibel. - Melindungi Hak Kekayaan Intelektual
Teknologi digital juga menyediakan solusi untuk melindungi hak kekayaan intelektual karya kreatif Indonesia. - Memudahkan Akses Pendanaan
Platform finansial teknologi (fintech) telah membuka peluang baru bagi pelaku ekonomi kreatif untuk mengakses pendanaan dan modal usaha.
Untuk memastikan bahwa peran teknologi digital dalam mengembangkan ekonomi kreatif Indonesia dapat terealisasikan secara maksimal, diperlukan dukungan yang komprehensif dari berbagai pihak, terutama pemerintah dan masyarakat.
Banyak contoh kasus sukses pelaku ekonomi kreatif Indonesia yang telah berhasil mengintegrasikan teknologi digital dalam bisnis mereka dan mencapai kesuksesan yang signifikan.
Teknologi digital telah membawa perubahan besar dalam dunia ekonomi kreatif Indonesia, membuka peluang baru yang luas untuk pertumbuhan dan pengembangan. Dengan dukungan yang tepat dari pemerintah, sektor swasta, dan masyarakat, ekonomi kreatif Indonesia memiliki potensi untuk menjadi salah satu kekuatan utama dalam ekonomi global dan memberikan kontribusi yang signifikan terhadap pembangunan negara serta kesejahteraan masyarakat.
