Gelanggang Mahasiswa: Suarakan Kebenaran

Cerita Rakyat (Berkisah Tentang Ibu), Sumber Inspirasi dan Pembelajaran

1,467

Oleh: Dr. Amar Salahuddin, M.Pd.

Dosen Prodi Pendidikan Bahasa Indonesia 

FKIP Universitas Dharmas Indonesia

Cerita rakyat merupakan bentuk narasi turun-temurun yang diwariskan secara lisan dari generasi ke generasi dalam suatu masyarakat. Cerita ini mencakup mitos, legenda, dan dongeng yang mencerminkan nilai-nilai, kepercayaan, dan identitas budaya suatu kelompok. Cerita rakyat adalah warisan budaya lisan yang berkembang dalam masyarakat dan menceritakan kisah-kisah yang seringkali memiliki nilai-nilai moral, sejarah, atau kearifan lokal.

Beranekaragam pada cerita rakyat, tokoh ibu seringkali digambarkan sebagai sosok penyayang dan bijaksana. Ia sering menjadi sumber inspirasi, kekuatan, dan bijak dalam menghadapi cobaan. Cerita rakyat sering menekankan nilai-nilai keibuan, seperti kasih sayang, kesabaran, dan kebijaksanaan yang diwariskan dari generasi ke generasi. Dalam cerita rakyat, tokoh ibu seringkali diangkat sebagai simbol kebijaksanaan, kehangatan, dan ketahanan. Ibu dalam cerita rakyat sering memainkan peran kunci dalam membimbing dan melindungi anak-anaknya. Kisah-kisah sering kali menyoroti nilai-nilai seperti kesetiaan, pengorbanan, dan keberanian yang dimiliki oleh seorang ibu. Ibu juga sering digambarkan sebagai pahlawan yang menghadapi berbagai rintangan demi kebahagiaan keluarganya.

Terdapat berbagai cerita rakyat di dunia dari berbagai budaya yang menampilkan peran ibu, sebagai contoh dapat dilihat pada beberapa cerita rakyat sebagai berikut. Salah satu cerita rakyat dunia yang menyoroti peran ibu adalah “Snow White” atau “Putri Salju.” Cerita ini berasal dari berbagai versi dalam budaya Eropa, dengan versi yang paling terkenal adalah yang dikumpulkan oleh Grimm Brothers. Dalam cerita ini, ibu tiri Snow White, Ratu jahat, menjadi tokoh sentral yang mencoba membunuh Snow White karena kecantikannya. Meskipun demikian, penjaga hati dan kebaikan hati Snow White membantunya bertahan dari ancaman ibu tirinya. Cerita ini mencerminkan tema konflik antara kejahatan dan kebaikan, serta pentingnya kehangatan dan kasih sayang seorang ibu dalam melindungi anaknya dari bahaya.

Kemudian ada cerita rakyat yang memiliki tokoh sentral ibu yaitu cerita “Thumbelina” atau “Si Kecil Bertelur” dari Denmark, yang kemudian dikenal melalui karya Hans Christian Andersen. Dalam cerita ini, seorang ibu tua yang sangat ingin memiliki seorang anak menerima bunga dari seorang peri. Bunga tersebut kemudian mekar dan menghasilkan seorang gadis kecil yang sangat kecil, bernama Thumbelina. Ibu dalam cerita ini adalah sosok yang mencintai dan merawat Thumbelina dengan penuh kasih sayang. Thumbelina mengalami petualangan yang menarik dan akhirnya menemukan tempat yang sesuai untuk dirinya, tetapi ibunya tetap menjadi tokoh sentral dalam membimbing dan melindungi anaknya. Cerita ini menggambarkan hubungan ibu-anak dan kekuatan cinta seorang ibu yang bersifat melindungi dan penuh kasih sayang, membuatnya relevan dan berharga dalam konteks nilai-nilai keluarga.

Sedangkan, cerita rakyat yang berkisah tentang ibu dari Indonesia yaitu “Malin Kundang.” Cerita ini mengisahkan seorang anak yang meninggalkan ibunya untuk mencari kehidupan yang lebih baik di luar negeri. Setelah berhasil menjadi kaya, Malin Kundang melupakan kembali ke desa dan ibunya. Dalam twist dramatis, ketika Malin Kundang kembali sebagai seorang yang kaya, ia menolak mengakui ibunya karena malu akan latar belakangnya yang sederhana. Ibunya yang sangat terluka akhirnya mengutuk Malin Kundang menjadi batu. Cerita ini menyiratkan pesan tentang pentingnya menghormati dan menghargai ibu, serta dampak negatif dari sikap egois dan kesombongan.

Selanjutnya cerita rakyat yang tidak kalah menarik dari Indonesia yakni “Legenda Sangkuriang.” Cerita ini menceritakan kisah cinta tragis antara Sangkuriang, seorang pemuda yang tidak menyadari bahwa Dewi Nawang Wulan, perempuan yang dicintainya, adalah ibunya sendiri. Dalam cerita ini, Sangkuriang tidak mengetahui identitas sejati ibunya dan memutuskan untuk menikahi Nawang Wulan. Ketika Nawang Wulan menyadari hubungan darah mereka, dia mencoba mencegah pernikahan tersebut dengan memberikan tantangan sulit kepada Sangkuriang. Meskipun Sangkuriang hampir berhasil menyelesaikannya, akhirnya Nawang Wulan menggunakan kekuatannya sebagai Dewi untuk menggagalkan pernikahan tersebut. Cerita ini mengandung pelajaran tentang cinta, pengorbanan, dan karma, serta menggambarkan pentingnya menghormati ikatan keluarga.

Cerita rakyat tentang ibu seringkali menyimpan pesan dan hikmah yang bernilai. memperkaya pemahaman tentang nilai-nilai kehidupan dan hubungan keluarga. Kemudian, cerita rakyat tentang ibu bukan hanya sekadar hiburan, tetapi juga merupakan sumber inspirasi dan pembelajaran yang kaya akan nilai-nilai kehidupan. Beberapa aspek cerita-cerita tersebut dapat menjadi sumber inspirasi dan pembelajaran meliputi:

1. Kasih Sayang Tanpa Batas

Cerita-cerita tentang ibu sering menggambarkan kasih sayang ibu yang tanpa syarat dan tanpa batas. Ini menjadi sumber inspirasi untuk mencintai tanpa memandang balasan dan pembelajaran tentang pentingnya memberikan cinta sepenuh hati, serta mengajarkan bahwa cinta sejati tidak tergantung pada kondisi atau prestasi.

2. Pengorbanan dan Pengabdian

Banyak cerita rakyat menunjukkan ibu sebagai sosok yang siap berkorban untuk kebahagiaan anak-anaknya. Hal ini dapat menginspirasi untuk menghargai pengorbanan orang tua dan belajar tentang nilai pengabdian dalam keluarga dan mungkin juga melakukan pengorbanan demi kebahagiaan orang yang dicintai.

3. Kebijaksanaan dan Bimbingan

Karakter ibu dalam cerita sering memiliki kebijaksanaan dan memberikan bimbingan yang berharga kepada anak-anak. Ini menjadi sumber inspirasi untuk mendengarkan nasihat orang tua dan memahami bahwa pengalaman mereka memiliki nilai yang mendalam.

4. Pemecahan Masalah

Beberapa cerita melibatkan ibu yang bijak dalam memecahkan masalah dan mengatasi rintangan. Ini dapat memberikan inspirasi untuk mengembangkan kemampuan pemecahan masalah dan ketekunan dalam menghadapi tantangan. Menggambarkan ibu sebagai sosok yang tahan banting dalam menghadapi cobaan dan rintangan. Ini dapat memberikan inspirasi untuk menjalani hidup dengan keberanian dan tekad, bahkan di tengah kesulitan.

5. Nilai- nilai Moral dan Etika

Cerita rakyat seringkali mengandung pelajaran moral dan etika, yang dapat membentuk karakter dan perilaku anak-anak. Mereka menjadi sumber pembelajaran tentang nilai-nilai kejujuran, kebaikan hati, keadilan, kebenaran, dan integritas. Nilai-nilai moral dan etika tersebut dapat menjadi sumber inspirasi untuk memperkaya nilai-nilai tersebut dalam kehidupan sehari-hari

Membaca dan meresapi cerita-cerita rakyat tentang ibu, bagi anak-anak dan generasi muda mendapatkan warisan nilai-nilai yang dapat membimbing mereka dalam membentuk hubungan keluarga yang sehat dan merangkul prinsip-prinsip moral yang baik. Kemudian, melalui cerita-cerita ini, anak-anak dan generasi muda tersebut dapat menemukan inspirasi untuk menjadi individu yang lebih baik, menghargai nilai-nilai keluarga, dan membina hubungan yang penuh kasih sayang. Cerita rakyat tentang ibu menciptakan panggung yang kaya akan pelajaran hidup yang dapat membentuk karakter dan sikap positif. Cerita rakyat tentang ibu tetap relevan saat ini karena mengandung nilai-nilai yang dapat menginspirasi dan memberikan pemahaman. Beberapa relevansi cerita rakyat tentang ibu di era modern ini yakni: nilai keluarga, keseimbangan hidup, pendidikan moral, penghargaan terhadap ibu, dan mengatasi cobaan. Dengan demikian, cerita rakyat tentang ibu dapat memberikan pandangan yang berharga tentang nilai-nilai kehidupan yang bersifat universal, memberikan inspirasi dan arahan dalam menghadapi tantangan hidup sehari-hari.

(Opini ini sudah terbit di harian Padang Ekspres hari Rabu 27 Desember 2023, hlm 4.)

Leave A Reply

Your email address will not be published.