
Dharmasraya, www.gemaundhari.com
Oleh: Rahmad Ramadhan
Mahasiswa S-1 Program Studi Manajemen FHEB UNDHARI
Perkembangan teknologi digital telah membawa perubahan besar dalam berbagai aspek kehidupan, termasuk dalam bidang keuangan. Salah satu perubahan yang paling signifikan adalah meningkatnya minat generasi muda terhadap investasi, khususnya investasi saham dan aset kripto. Jika sebelumnya investasi dianggap sebagai aktivitas yang hanya dilakukan oleh kalangan berusia matang dengan modal besar, kini mahasiswa dan generasi muda sudah mulai terlibat aktif dalam dunia pasar modal dan aset digital.
Fenomena ini menunjukkan adanya peningkatan kesadaran akan pentingnya perencanaan keuangan sejak dini. Investasi pada dasarnya merupakan kegiatan penanaman modal dengan harapan memperoleh keuntungan di masa depan. Saham dan aset kripto menjadi dua instrumen yang populer di kalangan anak muda karena mudah diakses melalui platform digital serta menawarkan potensi keuntungan yang relatif tinggi. Saham merupakan bukti kepemilikan atas suatu perusahaan yang terdaftar di bursa, sedangkan aset kripto adalah aset digital berbasis teknologi blockchain yang nilainya ditentukan oleh mekanisme pasar. Meskipun memiliki karakteristik yang berbeda, keduanya sama-sama mengandung risiko yang perlu dipahami oleh investor, terutama investor pemula.
Usia muda merupakan fase yang strategis untuk mulai berinvestasi. Salah satu alasan utamanya adalah faktor waktu. Dalam investasi, waktu memiliki peran yang sangat penting karena berkaitan dengan efek compounding atau pertumbuhan nilai investasi secara berkelanjutan. Semakin lama jangka waktu investasi, semakin besar potensi keuntungan yang dapat diperoleh. Generasi muda memiliki keunggulan dalam hal ini karena mereka dapat menanamkan modal sejak dini dan menunggu hasilnya dalam jangka panjang, sehingga fluktuasi pasar jangka pendek tidak terlalu berdampak signifikan. Selain faktor waktu, generasi muda umumnya memiliki tingkat adaptasi yang tinggi terhadap teknologi dan informasi. Hal ini memudahkan mereka untuk mengakses data pasar, laporan keuangan, serta berbagai sumber edukasi investasi.
Dalam konteks investasi saham, mahasiswa dapat mempelajari analisis fundamental dan teknikal untuk menilai kinerja suatu perusahaan. Sementara itu, dalam investasi kripto, pemahaman terhadap teknologi blockchain, kegunaan aset digital, serta faktor global yang memengaruhi harga menjadi hal yang penting untuk diperhatikan. Namun demikian, meningkatnya minat investasi di kalangan anak muda juga menimbulkan tantangan tersendiri. Salah satu masalah yang sering muncul adalah rendahnya literasi keuangan. Banyak investor muda yang terjun ke pasar saham atau kripto tanpa pemahaman yang memadai, sehingga cenderung mengambil keputusan berdasarkan emosi atau tren sesaat.
Fenomena fear of missing out (FOMO) sering kali mendorong individu untuk membeli aset ketika harganya sedang tinggi, tanpa mempertimbangkan nilai intrinsik dan risiko yang ada. Kondisi ini dapat menyebabkan kerugian finansial yang sebenarnya dapat dihindari. Investasi aset kripto, khususnya, memiliki tingkat volatilitas yang sangat tinggi dibandingkan saham. Perubahan harga dapat terjadi dalam waktu singkat akibat sentimen pasar, regulasi pemerintah, maupun isu global lainnya. Oleh karena itu, investasi kripto seharusnya dilakukan dengan kehati-hatian ekstra.
Mahasiswa sebagai investor muda perlu menyadari bahwa aset kripto bukanlah instrumen untuk mencari keuntungan instan, melainkan salah satu alternatif investasi berisiko tinggi yang sebaiknya hanya menggunakan dana yang siap menanggung kemungkinan kerugian. Pentingnya literasi keuangan tidak dapat dipisahkan dari investasi di usia muda. Literasi keuangan mencakup pemahaman mengenai pengelolaan pendapatan, pengeluaran, tabungan, investasi, serta manajemen risiko.
Dengan literasi keuangan yang baik, mahasiswa dapat menyusun tujuan keuangan yang realistis dan memilih instrumen investasi yang sesuai dengan profil risikonya. Selain itu, pemahaman ini juga membantu menghindari perilaku konsumtif yang berlebihan dan mendorong kebiasaan menabung serta berinvestasi secara konsisten. Investasi saham dan kripto juga memiliki dampak positif dalam membentuk karakter dan pola pikir generasi muda.
Melalui investasi, mahasiswa belajar mengenai kedisiplinan, tanggung jawab, serta kemampuan mengambil keputusan berdasarkan analisis. Pengalaman menghadapi keuntungan maupun kerugian dalam investasi dapat menjadi pembelajaran berharga dalam mengelola emosi dan risiko. Nilai-nilai tersebut sangat relevan tidak hanya dalam konteks keuangan, tetapi juga dalam kehidupan profesional dan sosial di masa depan. Meskipun demikian, penting untuk menekankan bahwa investasi bukanlah solusi instan untuk mencapai kekayaan.
Proses investasi membutuhkan kesabaran, konsistensi, dan perencanaan yang matang. Narasi cepat kaya yang sering muncul di media sosial perlu disikapi secara kritis agar tidak menyesatkan investor muda. Keberhasilan dalam investasi lebih ditentukan oleh strategi jangka panjang dan pengelolaan risiko yang baik daripada spekulasi semata. Sebagai kesimpulan, investasi saham dan aset kripto di usia muda merupakan langkah positif dalam membangun perencanaan keuangan jangka panjang.
Dengan memanfaatkan keunggulan waktu, teknologi, dan semangat belajar, generasi muda memiliki peluang besar untuk meningkatkan kesejahteraan finansial di masa depan. Namun, keberhasilan investasi sangat bergantung pada tingkat literasi keuangan dan sikap bijak dalam mengambil keputusan. Oleh karena itu, mahasiswa perlu memandang investasi tidak hanya sebagai sarana memperoleh keuntungan, tetapi juga sebagai proses pembelajaran dalam mengelola keuangan secara bertanggung jawab. (Red)