Dharmasraya, www.gemaundhari.com
Oleh: Rovesa sopilia
Mahasiswa Program Studi S1 Manajemen
FHEB Undhari
Disiplin seringkali dianggap sebagai pengekangan diri atau aturan yang berat untuk dikerjakan. namun, dibalik itu disiplin adalah bentuk keseriusan seseorang kepada dirinya sendiri dan berpengaruh besar terhadap arah dan kualitas hidup seseorang.
Bagi saya disiplin adalah cara saya menunjukkan bahwa saya serius pada diri sendiri, pada waktu yang saya jalankan agar tidak terbuang sia sia, pada tujuan yang ingin saya capai, dan pada masa depan yang saya harapkan.
Dalam menjalankan disiplin Saya seringkali merasa malas untuk melakukan sesuatu dan sering menunda nunda pekerjaan. Namu, disiplin mengajarkan saya untuk tetap melangkah meski saya merasa terpaksa.jika saya tidak memaksa diri saya maka saya tidak akan pernah keluar dari zona nyaman.
Dalam kehidupan sehari hari saya membiasakan diri saya untuk disiplin mulai dari hal hal sederhana, seperti tidur tepat waktu, bangun tepat waktu, menyelesai pekerjaan tanpa menunda. Meski ini terlihat sepele dan sering kita abaikan. Kebiasan kebiasan ini melatih saya untuk lebih konsisten dan bertanggung jawab.
Semaki sering melatih diri untuk konsisten, semakin kuat juga mental saya dalam menghadapi berbagai masalah. Mungkin ada yang bertanya, mengapa disiplin begitu penting dalam hidup kita? Karna disiplin menciptakan kebiasaan positif dalam menjalani rutinitas sehari hari, membentu kita tetap fokus pada tujuan tanpa tergoda oleh kesenangan sementara dan membantu kita menjadi orang yang bertanggung jawab.
Disiplin merupakan salah satu sikap paling penting dalam kehidupan seseorang, karena dari disiplin arah dan kualitas hidup terbentuk. Disiplin bukan hanya tentang mematuhi aturan yang dibuat oleh orang lain, tetapi lebih dalam lagi merupakan bentuk tanggung jawab terhadap diri sendiri.
Keseriusan pada diri sendiri mulai terasa ketika saya belajar mengelola waktu dengan lebih bijak. Saya menyadari bahwa waktu adalah hal yang paling adil, karena setiap orang memiliki jumlah waktu yang sama. Yang membedakannya adalah bagaimana kita memanfaatkan waktu itu.
Disiplin mengajarkan saya untuk tidak menunda waktu. Karna setiap penundaan kecil dapat berdampak besar pada perkembangan diri saya kedepan. Disiplin juga membuat saya lebih mengenal diri saya sendiri. Saya belajar melihat batas kemampuan, kelemahan dan potensi yang saya miliki.
Ketida saya gagal dan hasil yang saya peroleh tidak sesuai dengan harapan, disiplin mengajarkan saya untuk tidak lari dari kenyataan. Saya berusaha untuk mengevaluasi apa yang kurang dan apa yang perlu diperbaiki. Keseriusan pada diri sendiri berarti berani menghadapi kenyataan, bukan menutupinya dengan alasan.
Disiplin tidak hanya berkaitan dengan kepatuhan terhadap aturan, tetapi juga menyangkut pada kemampuan mengendalikan diri, mengatur waktu, serta hari, disiplin menjadi landasan utama agar seseorang dapat menjalankan hidup secara terarah dan tidak terjebak dalam kebiasaan atau bertindak tanpa pertimbangan. Disiplin juga membantu kita dalam membangun mental yang kuat.
Dalam perjalanan mencapai tujuan, tidak jarang seseorang mengalami rasa jenuh, lelah, tidak percaya diri, atau kehilangan motivasi. Pada saat itulah disiplin berperan sebagai pengendali diri. Dengan disiplin seseorang tetap mampu melanjutkan usaha meskipun kondisi tidak mendukung. Hal ini membuktikan bahwa disiplin tidak bergantung pada perasaan, melainkan pada komitmen yang dijaga secara konsisten.
Orang yang disiplin cenderung dianggap dapat diandalkan karna mampu menepati janji dan tanggung jawab. Kepercayaan ini menjadi modal penting dalam kehidupan sosial, pendidikan, maupun dunia kerja. Selain itu keberhasilan dalam menjalani disiplin juga menumbuhkan rasa percaya diri, karena seseorang merasa mampu mengendalikan dan mengarahkan hidupnya sendiri.
Dalam proses mencapai masa depan yang diharapkan, disiplin sering kali menuntut pengorbanan. Seseorang harus berani menunda kesenangan demi tujuan jangka panjang. Rasa malas, lelah, dan keinginan untuk menyerah seringkali muncul, terutama ketika hasil yang diharapkan belum terlihat. Disiplin mengajarkan bahwa keberhasilan tidak datang secara tiba tiba, melainkan melalui proses panjang yang membutuhkan kesabaran dan ketekutan.
Selain itu, disiplin membantu kita mengembangkan kemampuan untuk menghadapi tantangan dengan kepala dingin dan sikap yang matang. Dalam situasi sulit, orang yang memiliki disiplin yang kuat tidak akan mudah menyerah atau terpengaruh oleh emosi yang negatif. Ia akan tetap fokus pada tujuan yang telah ditetapkan dan mencari cara terbaik untuk mengatasi hambatan yang ada.
Hal ini menunjukkan bahwa kita tidak hanya serius dalam mencapai hasil, tetapi juga serius dalam membegun ketahanan dan kemampuan untuk menghadapi segala bentuk ujian dalam hidup.
Saya percaya, bahwa dalam kehidupan saya yang penuh dengan pilihan dan godaan sehari hari, disiplin adalah satu satunya landasan yang menunjukkan bahwa saya benar benar serius terhadap diri saya.
Bukan hanya sekedar aturan yang saya paksakan pada diri saya, disiplikan adalah bentuk penghormatan yang saya berikan pada diri saya sendiri. Setiap tindakan yang saya lakukan dengan disiplin dan sekecil apapun itu adalah bukti nyata bahwa saya tidak mau menyia nyiakan kesempatan untuk menjadi versi terbaik dari diri saya. (red)
