Dharmasraya, www.gemaundhari.com
Oleh: Rovesa sopilia
Mahasiswa Program Studi S1 Manajemen
FHEB Undhari
Manusia merupakan makhluk sosial yang tidak dapat hidup sendiri tanpa bantuan orang lain. Dalam kehidupan sehari-hari, interaksi sosial menjadi bagian yang tidak terpisahkan, baik di lingkungan keluarga, masyarakat, maupun dunia pendidikan. Agar hubungan sosial dapat berjalan dengan baik, diperlukan sikap saling menghargai. Namun, sering kali seseorang lebih fokus untuk menghargai orang lain tanpa terlebih dahulu menghargai dirinya sendiri. Padahal, menghargai diri sendiri merupakan dasar utama sebelum mampu menghargai orang lain secara tulus dan sehat.
Menghargai diri sendiri dapat diartikan sebagai sikap menerima, mengakui, dan menghormati diri apa adanya. Setiap individu memiliki kelebihan dan kekurangan yang berbeda-beda. Bagi mahasiswa semester 1, masa awal perkuliahan merupakan fase penyesuaian yang tidak mudah. Lingkungan baru, sistem pembelajaran yang berbeda, serta tuntutan untuk lebih mandiri sering kali menimbulkan tekanan. Jika mahasiswa tidak mampu menghargai dirinya sendiri, kondisi tersebut dapat menimbulkan rasa minder, tidak percaya diri, dan perasaan tidak mampu bersaing dengan orang lain.
Seseorang yang tidak menghargai dirinya sendiri cenderung memiliki pandangan negatif terhadap dirinya. Ia mudah membandingkan dirinya dengan orang lain dan merasa bahwa dirinya selalu kurang. Akibatnya, dalam hubungan sosial, ia mungkin berusaha keras untuk menyenangkan orang lain demi mendapatkan pengakuan. Sikap ini dapat membuat seseorang mengorbankan perasaan, waktu, bahkan prinsip pribadinya. Dalam jangka panjang, hal tersebut dapat menimbulkan kelelahan emosional dan rasa tidak puas terhadap diri sendiri.
Sebaliknya, seseorang yang menghargai dirinya sendiri akan memiliki rasa percaya diri yang sehat. Percaya diri bukan berarti merasa paling hebat, tetapi menyadari bahwa dirinya memiliki nilai dan potensi. Mahasiswa yang percaya diri tidak mudah merasa rendah diri ketika melihat teman yang lebih aktif atau lebih berprestasi. Ia justru menjadikan hal tersebut sebagai motivasi untuk belajar dan berkembang. Dengan kepercayaan diri yang baik, mahasiswa dapat menghargai orang lain tanpa rasa iri atau dengki.
Menghargai diri sendiri juga berhubungan erat dengan kesehatan mental. Mahasiswa semester 1 sering dihadapkan pada berbagai tuntutan, seperti tugas kuliah, jadwal yang padat, serta tekanan untuk beradaptasi dengan kehidupan kampus. Jika mahasiswa tidak menghargai dirinya sendiri, tekanan tersebut dapat menyebabkan stres yang berlebihan. Dengan menghargai diri sendiri, mahasiswa dapat mengenali batas kemampuan dirinya, mengatur waktu dengan baik, dan memberikan waktu istirahat yang cukup.
Selain itu, menghargai diri sendiri membantu seseorang dalam menetapkan batasan dalam hubungan sosial. Mahasiswa yang menghargai dirinya tidak akan membiarkan orang lain merendahkan atau memperlakukan dirinya secara tidak adil. Ia mampu berkata “tidak” terhadap hal-hal yang merugikan dirinya. Dengan adanya batasan yang jelas, hubungan pertemanan menjadi lebih sehat dan saling menghormati.
Pentingnya menghargai diri sendiri juga terlihat dari kemampuan seseorang dalam menghargai orang lain. Seseorang yang menerima dan menghormati dirinya akan lebih mudah menerima perbedaan pada orang lain. Ia tidak mudah menghakimi atau meremehkan, karena memahami bahwa setiap individu memiliki latar belakang dan kemampuan yang berbeda. Sikap empati dan toleransi pun dapat tumbuh dengan baik.
Dalam lingkungan kampus, sikap menghargai diri sendiri sangat penting untuk menunjang proses belajar. Mahasiswa yang menghargai dirinya akan berani mengemukakan pendapat, bertanya saat tidak memahami materi, dan bertanggung jawab terhadap tugas-tugas akademik. Ia tidak takut melakukan kesalahan karena menyadari bahwa kesalahan merupakan bagian dari proses belajar. Dengan sikap ini, mahasiswa dapat berkembang secara akademik maupun pribadi.
Namun, masih ada anggapan bahwa menghargai diri sendiri sama dengan bersikap egois. Anggapan ini tidak sepenuhnya benar. Menghargai diri sendiri bukan berarti mementingkan diri sendiri tanpa peduli orang lain, melainkan menjaga keseimbangan antara kepentingan pribadi dan kepedulian terhadap sesama. Seseorang yang menghargai dirinya justru akan menghargai orang lain dengan cara yang lebih dewasa dan bertanggung jawab.
Menghargai diri sendiri dapat dilakukan melalui langkah-langkah sederhana, seperti berpikir positif terhadap diri sendiri, menghargai usaha yang telah dilakukan, menjaga kesehatan fisik dan mental, serta menerima kegagalan sebagai bagian dari proses kehidupan. Dengan kebiasaan tersebut, seseorang dapat membangun hubungan yang baik dengan dirinya sendiri, yang kemudian tercermin dalam hubungan sosialnya.
Kesimpulannya, menghargai diri sendiri merupakan hal yang sangat penting sebelum mampu menghargai orang lain. Bagi mahasiswa semester 1, sikap ini menjadi bekal penting dalam menjalani kehidupan perkuliahan dan bermasyarakat. Dengan menghargai diri sendiri, seseorang dapat membangun kepercayaan diri, menjaga kesehatan mental, serta menjalin hubungan sosial yang sehat dan harmonis. Oleh karena itu, belajar menghargai diri sendiri merupakan langkah awal untuk menjadi pribadi yang lebih baik dan bermartabat. (Red)
