Close Menu

    Subscribe to Updates

    Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

    What's Hot

    Yang Tak Kudapat Justru Mengajariku Dewasa

    29 September 2026

    Cici dan Masa Kecil yang Tak Pernah Pergi

    29 September 2026

    Tak Dituntut, tetapi Takut Mengecewakan

    29 September 2026
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Gema Undhari
    Subscribe Now
    • Home
    • Berita

      Lomba Manjujai Bergema di Dharmasraya, Rumah Baca Marenda Hidupkan Kembali Dendang Kasih Warisan Budaya

      28 September 2026

      Bank Nagari Goes to Campus UNDHARI, Dorong Mahasiswa Makin Cakap Kelola Keuangan

      25 September 2026

      Bank Nagari Goes to Campus UNDHARI, Dorong Mahasiswa Makin Cakap Kelola Keuangan

      25 September 2026

      Menggerakkan Mahasiswa, Memperluas Literasi: Inovasi “Relima Goes To Campus” Amar Salahuddin Tumbuh dari Undhari

      19 September 2026

      DPD RI dan LLDIKTI Wilayah X Apresiasi UNDHARI pada Wisuda ke-18, 662 Lulusan Dikukuhkan

      12 September 2026
    • Features
    • Ormawa
    • Opini
    • aspirasi
    • Contact
    Gema Undhari
    Home » Cici dan Masa Kecil yang Tak Pernah Pergi
    Opini

    Cici dan Masa Kecil yang Tak Pernah Pergi

    adminBy admin29 September 2026Tidak ada komentar4 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

    Oleh: Popi Puspita
    Mahasiswa Prodi Pendidikan Bahasa Indonesia FKIP UNDHARI

    Masa kecil adalah masa ketika kebahagiaan dapat ditemukan dalam berbagai hal sederhana. Tidak diperlukan tempat mewah atau permainan mahal. Bermain bersama, berbagi cerita, dan tertawa tanpa memikirkan hari esok sudah cukup membuat dunia terasa menyenangkan.

    Salah satu kenangan masa kecil yang paling kuingat adalah persahabatanku dengan seorang teman bernama Nayla. Aku biasa memanggilnya Cici.

    Kami pertama kali bertemu ketika duduk di kelas V sekolah dasar. Saat itu, Cici merupakan murid pindahan. Kehadirannya sebagai teman baru membuatku penasaran. Tidak membutuhkan waktu lama bagi kami untuk saling mengenal dan menjadi dekat. Sejak pertemuan tersebut, hampir setiap hari kami lalui bersama.

    Pada pagi hari sebelum masuk kelas, kami sering membeli sarapan bersama. Ketika bel istirahat berbunyi, kami segera bergabung dengan teman-teman lain untuk bermain lompat tali dan permainan gambar. Tawa kami memenuhi halaman sekolah hingga bel kembali berbunyi dan memaksa kami masuk ke kelas.

    Kebersamaan itu tidak berakhir setelah jam sekolah selesai. Sepulang sekolah, kami sering bermain di halaman rumah. Ada kalanya kami bermain petak umpet, lempar botol, masak-masakan, atau bersepeda mengelilingi lingkungan sekitar. Jika mulai lelah, kami duduk di bawah pohon sambil membicarakan berbagai peristiwa kecil yang terjadi di sekolah.

    Bagi orang dewasa, cerita kami mungkin terdengar sederhana. Namun, bagi dua anak kecil, cerita tentang tugas sekolah, teman sekelas, dan permainan pada hari itu terasa seperti hal paling penting di dunia.

    Aku dan Cici juga duduk di bangku yang sama. Sebagai teman sebangku, kami terbiasa saling membantu ketika mengalami kesulitan dalam mengerjakan tugas.

    Suatu hari, aku merasa panik karena lupa membawa pena. Guru telah memberikan tugas yang harus segera dikerjakan, sedangkan aku hanya dapat memandangi buku yang masih kosong. Cici melihat kebingunganku. Tanpa ragu, ia mengambil salah satu pena miliknya dan menyerahkannya kepadaku.

    “Pakai saja punyaku. Nanti kita kerjakan bersama,” katanya sambil tersenyum.

    Mungkin bagi orang lain, meminjamkan sebuah pena bukanlah tindakan besar. Namun, bagiku saat itu, kebaikan sederhana tersebut mempunyai arti mendalam. Cici membuatku merasa tidak sendirian. Ia tidak hanya memberikan pena, tetapi juga memberikan ketenangan ketika aku sedang kebingungan.

    Persahabatan kami tentu tidak selalu berjalan tanpa masalah. Kami juga pernah bertengkar hanya karena persoalan kecil. Terkadang kami berbeda pendapat atau saling merasa kesal. Namun, pertengkaran itu tidak pernah berlangsung lama.

    Biasanya, salah satu dari kami akan memberanikan diri meminta maaf. Setelah itu, kami kembali bermain bersama seolah-olah tidak pernah terjadi apa-apa. Anak-anak mungkin mudah bertengkar, tetapi mereka juga mudah memaafkan tanpa menyimpan dendam terlalu lama.

    Dari persahabatan tersebut, aku belajar bahwa sahabat bukanlah seseorang yang harus selalu menyetujui semua pendapat kita. Sahabat adalah orang yang bersedia memahami, memaafkan, dan tetap tinggal meskipun pernah terjadi perbedaan.

    Waktu terus berjalan. Kami tumbuh dan mulai mempunyai kesibukan masing-masing. Permainan di halaman rumah perlahan digantikan oleh tugas, tanggung jawab, dan berbagai urusan kehidupan. Kini, kami juga tinggal di kota dan daerah yang berbeda sehingga tidak lagi dapat bertemu sesering dahulu.

    Jarak memang mengubah kebiasaan kami, tetapi tidak mampu menghapus kenangan yang pernah tercipta. Sarapan sebelum masuk kelas, permainan ketika jam istirahat, sepeda yang kami kayuh bersama, dan sebuah pena yang pernah dipinjamkan masih tersimpan dengan baik dalam ingatanku.

    Kini, setiap kali mengenang masa itu, aku selalu tersenyum. Ternyata kebahagiaan masa kecil tidak berasal dari sesuatu yang mahal atau luar biasa. Kebahagiaan dapat hadir melalui permainan sederhana, percakapan di bawah pohon, pertengkaran yang segera berakhir dengan permintaan maaf, dan seorang sahabat yang datang ketika kita membutuhkan bantuan.

    Cici bukan hanya teman bermain. Ia merupakan bagian dari masa kecilku, masa ketika kebahagiaan terasa begitu dekat dan persahabatan tumbuh tanpa banyak syarat.

    Kami mungkin tidak lagi tinggal di tempat yang sama. Namun, ada persahabatan yang tidak benar-benar hilang hanya karena dipisahkan oleh jarak dan waktu. Ia tetap hidup di dalam kenangan, mengingatkan bahwa pada suatu masa, kami pernah tumbuh dan menemukan kebahagiaan bersama.

    Masa kecil memang telah berlalu, tetapi setiap kali mengingat Cici, sebagian dari masa itu seperti kembali pulang. (Red)

    #gemaundhari #undhari
    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    admin
    • Website

    Related Posts

    Yang Tak Kudapat Justru Mengajariku Dewasa

    29 September 2026

    Tak Dituntut, tetapi Takut Mengecewakan

    29 September 2026

    Anak Bungsu yang Tak Pernah Benar-Benar Dimanja

    29 September 2026
    Leave A Reply Cancel Reply

    Demo
    Our Picks

    Noise-Cancelling Headphones For a Superb Music Experience

    15 Januari 2020

    Harry Potter: 10 Things Dursleys That Make No Sense

    15 Januari 2020

    Dubai-Based Yacht Company is Offering Socially-Distanced Luxury

    15 Januari 2020

    The Courier – a New Song with Benedict Cumberbatch

    14 Januari 2020
    Don't Miss

    Yang Tak Kudapat Justru Mengajariku Dewasa

    By admin29 September 20260

    Oleh: Suci Nurul HidayahMahasiswa Prodi Pendidikan Bahasa Indonesia FKIP UNDHARI Setiap orang memiliki keinginan dan…

    Cici dan Masa Kecil yang Tak Pernah Pergi

    29 September 2026

    Tak Dituntut, tetapi Takut Mengecewakan

    29 September 2026

    Anak Bungsu yang Tak Pernah Benar-Benar Dimanja

    29 September 2026

    Subscribe to Updates

    Get the latest creative news from SmartMag about art & design.

    Demo
    Top Posts

    UKM Pramuka Racana Dara Jingga UNDHARI Sukses Gelar Musyawarah Racana

    12 Januari 2026151 Views

    Dies Natalis FIKES UNDHARI 2026 Tekankan Kompetensi dan Profesionalisme Tenaga Kesehatan

    19 April 2026148 Views

    UNDHARI Goes to School Gema di SMAN 2 Tebo, Siswa Kelas XII Antusias Ikuti Sosialisasi Kampus Berkualitas

    15 Januari 2026132 Views

    BEM FIKES Undhari Gelar Acara Keakraban Keluarga, Perkuat Solidaritas dan Gaya Hidup Sehat

    11 Januari 2026126 Views
    Don't Miss

    Yang Tak Kudapat Justru Mengajariku Dewasa

    By admin29 September 20260

    Oleh: Suci Nurul HidayahMahasiswa Prodi Pendidikan Bahasa Indonesia FKIP UNDHARI Setiap orang memiliki keinginan dan…

    Cici dan Masa Kecil yang Tak Pernah Pergi

    29 September 2026

    Tak Dituntut, tetapi Takut Mengecewakan

    29 September 2026

    Anak Bungsu yang Tak Pernah Benar-Benar Dimanja

    29 September 2026
    Stay In Touch
    • Facebook
    • Twitter
    • Pinterest
    • Instagram
    • YouTube
    • Vimeo

    Subscribe to Updates

    Get the latest creative news from SmartMag about art & design.

    Demo
    About Us
    About Us

    Your source for the lifestyle news. This demo is crafted specifically to exhibit the use of the theme as a lifestyle site. Visit our main page for more demos.

    We're accepting new partnerships right now.

    Email Us: info@example.com
    Contact: +1-320-0123-451

    Facebook X (Twitter) Pinterest YouTube WhatsApp
    Our Picks

    Yang Tak Kudapat Justru Mengajariku Dewasa

    29 September 2026

    Cici dan Masa Kecil yang Tak Pernah Pergi

    29 September 2026

    Tak Dituntut, tetapi Takut Mengecewakan

    29 September 2026
    Most Popular

    Wall Tapestries: Add Charm to Bare Walls With Hangings

    13 Januari 20210 Views

    Cutest Pet of the Week: ‘Noodle’ the Syrian Hamster

    14 Januari 20210 Views

    Samsung is Developing Bright MicroLED on Displays for AR Headsets

    14 Januari 20210 Views
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Home
    • Buy Now
    © 2026 ThemeSphere. Designed by ThemeSphere.

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.