
Dharmasraya, Gemaundhari.com-
Semangat literasi mewarnai pelaksanaan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) di UPT SMP Negeri 1 Sungai Rumbai, Kabupaten Dharmasraya, Kamis (16/7/2026). Sebanyak 198 peserta didik baru mengikuti kegiatan Relawan Literasi Masyarakat (RELIMA) Perpustakaan Nasional Republik Indonesia (PERPUSNAS RI) Lokus Dharmasraya Goes to School yang mengusung tema “Membangun Budaya Baca Tulis untuk Generasi Muda yang Kritis dan Kreatif.”

Kegiatan menghadirkan Assoc. Prof. Dr. Amar Salahuddin, M.Pd., akademisi Universitas Dharmas Indonesia (UNDHARI), Founder Rumah Baca Marenda, Pegiat Literasi Dharmasraya, sekaligus Relima Perpusnas RI Lokus Dharmasraya sebagai narasumber.

Sejak awal kegiatan, suasana berlangsung hangat dan penuh antusias. Para peserta didik baru tampak aktif mengikuti materi, berdiskusi, serta menjawab berbagai pertanyaan yang disampaikan narasumber. Melalui pendekatan yang komunikatif, interaktif, dan dekat dengan dunia remaja, peserta diajak memahami bahwa literasi bukan sekadar kemampuan membaca dan menulis, melainkan juga kemampuan berpikir kritis, menyaring informasi, serta menghasilkan karya yang bermanfaat.
Kepala UPT SMP Negeri 1 Sungai Rumbai, Kosasih Efendi, S.Pd., menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya kegiatan tersebut. Menurutnya, materi literasi sangat relevan untuk membentuk karakter peserta didik sejak hari pertama mereka memasuki lingkungan sekolah.

“Kami menyampaikan terima kasih kepada Assoc. Prof. Dr. Amar Salahuddin, M.Pd. yang telah berkenan berbagi inspirasi kepada peserta didik baru kami. Sebanyak 198 siswa mengikuti kegiatan ini dengan penuh semangat dan antusias. Kami berharap kegiatan ini menjadi awal lahirnya budaya membaca, menulis, berpikir kritis, dan berkarya di lingkungan sekolah sehingga peserta didik memiliki karakter yang kuat sekaligus berprestasi,” ujar Kosasih.
Dalam paparannya, Amar Salahuddin menekankan bahwa generasi muda saat ini harus mampu menjadi pengguna teknologi yang cerdas, bukan sekadar konsumen informasi. Menurutnya, derasnya arus informasi di era digital menuntut pelajar memiliki kemampuan literasi yang baik agar tidak mudah terpengaruh hoaks maupun informasi yang menyesatkan.
Selain itu, ia juga mengajak peserta didik untuk mencintai budaya dan kearifan lokal Dharmasraya melalui kegiatan membaca, menulis, mendokumentasikan cerita rakyat, hingga menghasilkan karya kreatif yang berangkat dari lingkungan sekitar.

“Literasi adalah bekal utama menghadapi masa depan. Anak-anak yang gemar membaca akan memiliki wawasan luas, anak-anak yang gemar menulis akan mampu melahirkan gagasan, sedangkan mereka yang berpikir kritis dan kreatif akan menjadi bagian dari solusi bagi masyarakat. Karena itu, mari kita mulai dari kebiasaan sederhana: membaca setiap hari, menulis setiap pekan, dan terus berkarya untuk Dharmasraya serta Indonesia,” tutur Amar.
Ia menambahkan bahwa sekolah memiliki peran strategis sebagai ruang tumbuhnya budaya literasi. Kolaborasi antara sekolah, keluarga, perpustakaan, dan komunitas literasi menjadi kunci dalam membangun generasi yang adaptif terhadap perkembangan zaman tanpa kehilangan jati diri dan nilai-nilai budaya lokal.

Kegiatan ditutup dengan sesi tanya jawab, refleksi, dan komitmen bersama untuk membangun budaya baca tulis di lingkungan sekolah. Antusiasme peserta terlihat hingga akhir kegiatan, menandai semangat baru dalam memulai perjalanan mereka sebagai pelajar SMP.
Melalui program RELIMA Goes to School, diharapkan semakin banyak sekolah di Kabupaten Dharmasraya yang mampu menumbuhkan ekosistem literasi yang kuat sehingga lahir generasi muda yang cerdas, kritis, kreatif, berkarakter, dan siap menghadapi tantangan masa depan. (Red)